Minggu, 07 November 2010

VIDEO BIOS

Bagii kalian yang ingin paham dengan BIOS clik disini

Notsi Algoritmik

MODUL III
NOTASI ALGORITMIK
Teks algoritma berisi deskripsi langkah-langkah penyelesaian
masalah. Langkah-langkah penyelesaian tersebut dapat ditulis dalam notasi
algoritmik apa pun, asalkan mudah dibaca dan dimengerti. Tidak ada notasi yang
standard untuk menuliskan teks algoritma sebagaiaman pada notasi bahasa
pemrograman. Setiap orang dapat saja membuat notasi algoritmiknya sendiri.
Hal ini bisa dimengerti karena teks algoritma tidak sama dengan teks program
komputer. Program komputer adalah realisasi teknis dari algoritma dalam notasi
bahasa pemrograman tertentu. Namun, agar notasi algoritmik mudah ditranslasi
ke dalam notasi bahasa pemrograman, maka sebaiknya notasi algoritmik mudah
ditranslasi ke dalam notasi bahasa pemrograman, maka sebaiknya notasi
algoritmik tersebut berupa pseudo-code yang berkoresponden dengan notasi
bahasa pemrograman secara umum.
Notasi algoritmik dalam bentuk pseudo-code mudah ditranslasi ke
dalam notasi bahasa pemrograman. Notasi write di dalam algoritma
berkoresponden dengan write atau writeln dalam bahasa pascal printf
dalam bahasa C, WRITE dalam bahasa Basic atau write dalam bahasa Fortran.
Selain itu, pada beberapa bahasa pemrograman seperti Pascal dan C, antara
setiap instruksi dipisahkan dengan tanda “;” (semicolon). Jadi translasi write
(X) ke dalam masing-masing bahasa tersebut adalah (dengan asumsi bahwa
piranti keluarannya adalah layar) adalah sebagai berikut :
Writeln(X,Y); ( dalam bahasa PASCAL )
Printf(*%d %d*, X, Y); /* dalam bahasa C */
WRITE X.Y *dalam bahasa BASIC
dalam bahasa FORTRAN (C menyatakan komentar)
WRITE (“,”) X,Y
Perhatikan bahwa setiap bahasa mempunyai aturan (sintaks) yang
berbeda-beda dalam untuk perintah penulisan. Bahasa C misalnya,
mengharuskan penggunaan penentu format (seperti “%d” pada contoh di atas )
untuk nilai yang dicetak. Penentu format “%d” berarti pada field tersebut nilai
yang akan dicetak bertipe bilangan bulat).
Contoh lainnya, sebuah pernyataan dalam notasi deskriptif :
Isikan nilai X ke dalam min
maka pseudo-code-nya dalam notasi algoritmik menjadi :
min ← X
Notasi “←” berarti mengisi (assign) peubah (variable) min dengan nilai X.
translasi nota “←” dalam bahasa Pascal adalah “: =” , dalam bahasa C adalah
“=”, dalam bahasa Basic “=” dan dalam bahasa Fortran juga “=”.
Jadi, translasi min ← X ke dalam masing-masing bahasa tersebut adalah :
min := X;
min = X;
min = X
C dalam bahasa FORTRAN
min = X
3.1 Struktur Teks Algoritma
dua buah algoritma sederhana diberikan untuk memberi contoh ilustrasi
mengenai teks algoritma. Algoritma pertama adalah untuk mencetak tulisan :
hello, word
Algortima ini hampir selalu ditemukan pada buku-buku bahasa pemrograman.
Pelajaran pemrograman dan buku-buku bahasa pemrograman umumnya
memulai contoh program pertamanya dengan memberikan contoh mencetak
“hello world”. Program “Hello world” pertama kali dikemukakan olwh Brian W.
Kernighan yaitu seorang penemu Bahasa C [KER88].
Algoritma untuk menulis “Hello world”.
PROGRAM Helloworld
( Program untuk mencetak “Hello world”
DEKLARASI
( Tidak ada )
ALGORITMA :
Write (“Hello, World”)
Algoritma 3.1 Mencetak “Hello world”
Algoritma kedua belah program untuk mencetak tabel suhu dalam derajat
Fahrenheit (F) dan suhu ekivalennya dalam derajat Celcius © dengan
menggunakan rumus
C = 5*9 (F – 32)
Tabel memuat suhu mulai dari 0 sampai 1000F dengan kenaikan (step) sebesar
200. tabel yang dihasilkan kira-kira seperti dibawah ini :
0 -17.8
20 -6.7
40 4.4
60 15.6
80 26.7
100 37.8
Program mencetak tabel Fahrenheit – Celcius adalah :
PROGRAM FahrenheitCelcius
{ Program untuk mencetak tabel Fahrenheit-Celcius dari 0
sampai 100 dengan kenaikan (step) 20 }
DEKLARASI
F, C : real
awal, akhir, step : integer
ALGORITMA :
awal←0
akhir←100
step←20
F←awal
While awal < akhir do
C = 5*9 * (F – 32)
Write(F, C)
F ← F + step
Endwhile
Dengan memperhatikan kedua contoh program sederhana di atas, maka pada
dasarnya teks algoritma selalu disusun oleh tiga bagian (blok) yaitu :
1. Bagian Judul (header)
2. Bagian deklarasi (declaration).
3. Bagian algoritma.
Ketiga bagian tersebut ditunjukkan dalam notasi algoritmik pada algoritma 4.1
PROGRAM nama program
{ Penjelasan tentang algoritma yang berisi uraian singkat
mengenai masalah yang akan diselesaikan }
DEKLARASI
{ semua nama yang dipakai, meliputi nama tipe, nama
konstanta, nama peubah, nama peubah, nama prosedur dan nama
fungsi diumumkan disini }
ALGORITMA :
{ semua langkah/aksi algoritma ditulis di sini }
Algoritma 3.1 Struktur teks algoritma
Setiap bagian sebaiknya dengan komentar untuk memperjelas maksud teks
yang ditulis. Komentar adalah kalimat yang diapit oleh pasangan tanda kurung
kurawal (‘{‘ dan ‘{‘) Komentar membuat algoritma lebih mudah untuk di mengerti.
Penjelasan masing-masing bagian didalam teks algoritma diberikan pada upabab
di bawah ini :
Judul
Judul adalah bagian yang terdiri atas nama program dan penjelasan (spesifikasi)
tentang program tersebut. Nama program sebaiknya singkat namun cukup
menggambarkan apa yang dilakukan oleh algoritma tersebut. Di bawah nama
program disertai dengan penjelasan singkat tentang apa yang dilakukan oleh
program. Penjelasan yang disertakan di bawah nama program berisi spesifikasi
masalah. Algoritma harus dibuat sesuai dengan spesifikasi masalah yang
diberikan.
PROGRAM HelloWorld
( Program untuk mencetak “Hello, world” )
PROGRAM FahrenheithCelcius
( Program untuk mencetak tabel Fahrenheit-Celcius dari 0
sampai 100 dengan kenaikan (step) 20 )
Deklarasi
Bagian deklrasi digunakan untuk mengumumkan semua nama yang
dipakai di dalam algoritma beserta propertinya (misalnya tipe). Nama
tersebut dapat berupa nama konstanta, nama peubah, nama tipe, nama
prosedur dan nama fungsi. Semua nama yang dipakai di dalam algoritma
harus dideklrasikan sebelum mereka digunakan. Hal yang sama di dalam
teks algoritma, bila kita ingin mengetahui tipe dari sebuah peubah, kita
melihat di bagian deklarasi. Catat juga bahwa bagian deklarasi mungkin
kosong karena tida ada nama peubah atas nama konstanta yang
digunakan di dalam program.
Contoh pendeklarasian yang lain misalnya :
DEKLARASI
{ nama konstanta }
const Npeg = 100 { jumlah pegawai }
const phi = 3.14 { nilai π }
{ nama tipe }
type Titik : record
< x:integer,
y:integer >
{ nama peubah (variable) }
C : char
Q : Titik
Ketemu : boolean
FUNCTION Apakah_A(input c:chair) → boolean
{ mengembalikan nilai true bila c adalah karakter ‘A’,
atau false bila sebaliknya }
PROCEDURE Tukar(input/output A:integer, input/output
B:integer)
{ Mempertukarkan nilai A dan B. Parameter A dan B
sudah terdefinisi nilainya. Setelah pertukaran, A
berisi nilai B semula, B berisi nilai A semula. }
pada contoh deklarasi tadi, Npeg dan phi adalah nama konstanta, Titik
adalah nama tipe, c, g, dan ketemu adalah nama peubah. Apakah _A
adalah nama fungsi dan Tukar adalah nama prosedur.
Algoritma
Inilah bagian inti dari sebuah program. Bagian ini deskripsi langkahlangkah
penyelesaian masalah berupa pernyataan-pernyataan. Amatilah
bahwa bagian “Algoritma” mempunyai kemiripan fungsi dengan bagian
“Cara membuat” pada resep makanan.
Program HelloWorld mengandung bagian algoritma sebagai berikut
ALGORITMA
write(“Hello, World”}
progra, FahrenheitCelcius mengandung bagian algoritma sebagai berikut :
ALGORITMA:
awal←0
akhir←100
step←20
F←awal
while awal ≤ akhir do
C ← 5/9 * (F – 32)
write(F, C)
F ← F + step
endwhile
untuk sementara ini, jangan pikirkan terlalu serius kata-kata seperti write,
while dan lambang “←”. Anda akan mempelajari notasi algoritmik lebih
mendalam di dalam bab-bab selanjutnya.
Translasi Teks Algoritma ke dalam Teks Program Pascal dan C
Teks algoritma adalah hasil pemikiran konsptual. Agar dapat dilaksanakan
oleh komputer, algortima harus ditranslasi ke dalam notasi bahasa
pemrograman.
ALGORITMIK:
PROGRAM Nama Program
{ Penjelasan tentang algoritma, yang berisi uraian
singkat mengenai masalah yang akan diselesaikan }
DEKLARASI
{ Semua nama yang dipakai, meliputi nama tipe, nama
telepon, nama peubah, nama prosedur dan nnama fungsi
dideklarasikan di sini }
ALGORTIMA:
{ semua langkah/aksi algoritma dituliskan di sini }
PASCAL
PROGRAM Nama Program:
{Penjelasan tentang algoritma, yang berisi uraian
singkat mengenai masalah yang akan diselesaikan }
(*DEKLARASI *)
[const]
{Semua nama tipe tetapan dan harga tetapannya
didefinisikan di sini}
[type]
{ semua nama tipe bentukkan didefinisikan di sini
[var]
{ semua nama peubah global didefinisikan di sini}
{ Deklarasi prosedur dan fungsi ditulis di sini }
{* ALGORITMA: *}
begin
{ Semua instruksi program dituliskan di sini }
end.
/* PROGRAM Nama Program */
/* Penjelasan tentang algoritma, yang berisi uraian
singkat mengenai masalah yang akan diselesaikan */
/* DEKLARASI */
/* semua nama yang penggunaannya global didefinisikan
di sini */
/* purwarupa prosedur dan fungsi didefinisikan di sini
*/
/* ALGORITMA: */
main()
{
/* di sini juga mungkin ada DEKLARASI lokal */
/* semua instruksi program dituliskan di sini */
}
beberapa hal penting yang harus diketahui dari bahasa C adalah :
1. Bahasa C bersifat case sensitive. Artinya , bahasa C membedakan
huruf besar (kapital) dengan huruf kecil. Nama yang ditulis dengan
huruf besar dianggap berbeda kalau ia ditulis dengan huruf kecil.
Misalnya :
N tidak sama dengan n
nama_orang sama saja dengan NAMA_ORANG atau NAMA_ORANG
Hitkar sama saja dengan hitkar
2. Dalam bahasa C, deklarasi yang didefinisikan sebelum kata main ()
adalah deklarasi global, artinya semua nama yang didefinisikan di
dalam deklarasi global dikenal diseluruh bagian program, termasuk di
dalam fungsi atau prosedur yang ada di dalam program itu.
3. Dalam bahasa C, komentar ditulis di antara “/*” dabn “*/”. Sedangkan
dalam bahasa Pascal komentar dapat ditulis di antara “{“dan”} atau
diantara “{*” dan “*)”.
ALGORITMIK
PROGRAM Helloworld
{ Program untuk mencetak “Hello world* }
DEKLARASI
{ Tidak ada }
ALGORITMA:
Write{“Hello, World”}
PROGRAM FahrenheitCelcius
{ Program untuk mencetak tabel Fahrenheit-Celcius dari
0 sampai 100 dengan kenaikan harga (step) 20 )
DEKLARASI
F, C : real
Awal, akhir, step : integer
ALGORITMA:
awal←0
akhir←100
step←20
F←awal
while awal ≤ akhir do
C ← 5/9 * (F – 32)
write(F, C)
F ← F + step
endwhile
PASCAL:
PROGRAM Helloworld
{ Program untuk mencetak “Hello, world” }
{* DEKLARASI *}
{ tidak ada }
begin
{*ALGORITMA: *}
write (}Hello, world”);
end.
PROGRAM FahrenheitCelcius
( Program untuk mencetak tabel Fahrenheit-Celcius dari
0 sampai 100 dengan kenaikan (step) 20 )
(* DEKLARASI *)
var
F, C : real
Awal, akhir, step : integer
begin
(* ALGORITMA *)
awal:=0;
akhir:=100;
step:=20;
F:=awal;
While awal <= akhir do
Begin
C:= 5/9 * (F – 32);
Writeln(F, ‘ ‘, C);
F:=F + step;
End;
End;
C :
/* PROGRAM HelloWorld */
/* Program untuk mencetak “Hello, world” */
#include <stdio.t>
main()
{
/* DEKLARASI */
/* tidak ada */
/* ALGORITMA */
printf(“Hello, world”);
}
/* PROGRAM FahrenheitCelcius */
/* Program untuk mencetak tabel Fahrenheit-Celcius dari
0 sampai 100 dengan kenaikan (step) 20 */
#include <stdio.h>
{
/* DEKLARASI */
float F, C ;
int awal, akhir, step;
/* ALGORITMA */
awal = 0;
akhir = 100;
step = 20;
F = awal,
While (awal <= akhir)
{
C = (5.0/9.0) * (F – 32);
Printf(*%3.0f %6.1f \n, F, C);
F = F + step;
}
}
Kompilator Bahasa Pascal dan C
Saat ini terdapat cukup banyak kompilator Bahasa Pascal dan
bahasa C. Pada zaman komputer dengan sistem operasi 16-bit, kompilator
Bahasa Pascal dan Bahasa C yang banyak digunakan adalah Turbo
Pascal dan Turbo C. Sekarang kedua kompilator itu relatif jarang
digunakan sejak digunakannya sistem operasi Windows dan UNIX
(termasuk Linux).
Kakas (tool) pengembangan program visual sudah lazim digunakan
saat ini, seperti Borland Delphi, Visual C, Borland C++, dan sebagainya.
Borland Delphi adalah kakas pengembangan program yang berbasis pada
Bahasa Pascal, sedangkan Visual C dan berbasis pada Bahasa C. Kedua
kompilator ini dapat digunakan untuk mengkompilasi porgram Pascal dan
C. Namun, sejak diberlakukannya keharusan menggunakan software legal
(sebagai konsekuensi diberlakukannya UU No. 19/2002 tentang HaKI (Hak
Kekayaan Intelektual), maka kita harus mengeluarkan biaya yang cukup
besar untuk membeli kakas pengembangan program yang berlisensi.
Free Pascal adalah adalah kompilator Pascal 32-bit. Ia tersedia untuk
prosesor Intel x86, Motorola 680x0, dan PowerPC (dari 1.9.2). Sistem
operasi yang dapat digunakan untuk mengoperasikan free pascal adalah
Linux, FreeBSD, NetBSD, MacOSX, DOS, Win32, OS/2, BeOS, SunOS
(Solaris), QNX, dan Classic Amiga. Anda dapat men-download kompilator
Free Pascal yang dapat Anda download (baik versi standard maupun versi
yang lengkap). Instalasilah kompilator Pascal ini ke komputer Anda.
Program Pascal dapat dikompilasi dan prompt DOS (Disk Operating
System) atau IDE (Integrated Development Environment) yang disediakan
oleh Free Pascal ini.
GCC (GNU C compiler) adalah kompilator freeware untuk Bahasa C
Kompilasi ini sebesarnya sudah otomatis terdapat di dalam sistem operasi
Linux, namun kita juga dapat men-download GCC dari internet untuk diinstalasi
pada sistem operasi selain Linux (seperti Window adat DOS
misalnya). Penjelasan tentang kompilator GCC dapat dilihat di
http://gcc.gnu.org. Anda juga dapay men-download GCC dari situs web
tersebut, lalu menginstalnya di komputer anda.
Program dalam bahasa Pascal terlebih dahulu dibuat dan di-edit
dengan editor teks. Free Pascal sendiri menyediakan editor yang menyatu
dengan IDE (Integrated Development Environment). IDE ini mirip dengan
IDE pada kompilator Turbo Pascal 7.
Selain di lingkungan DOS atau Windows, Free Pascal juga dapat dioperasikan di
lingkungan Linux. Cara mengkompilasi program Pascal di Linux sama seperti
mengkompilasi dari prompt DOS di atas (ppc386 nama_file.pas).

Dasar-Dasar Algoritma

MODUL II
DASAR-DASAR ALGORITMA
2.1 Pernyataan dan Aksi
Setiap langkah penyelesaian dinyatakan dengan sebuah pernyataan
(statement). Sebuah pernyataan menggambarkan aksi (action) algoritmik
yang dapat dieksekusi. Bila suatu aksi eksekusi, maka sejumlah operasi
yang bersesuaian dengan aksi itu dikerjakan oleh pemroses. Efek dari
pengerjaan suatu aksi dapat diamati dengan membandingkan keadaan pada
saat aksi belum dimulai dan keadaan pada saat aksi selesai dikerjakan.
2.2 Struktur Dasar Algoritma
Algoritma berisi langkah-langkah penyelesaian suatu masalah.
Langkah-langkah tersebut dapat berupa runtutan aksi, pemilihan aksi, dan
pengulangan aksi. Ketiga jenis langkah tersebut membentuk konstruksi
suatu algoritma. Jadi, sebuah algoritma dapat dibangun dari tiga buah
struktur dasar, yaitu :
1. Runtutan (sequence)
2. Pemilihan (selection)
3. Pengulangan (receptition)
2.3 Strategi Perancangan Puncak-Turun
Strategi perancangan algoritma seperti dinamakan perancangan
puncak-turun (top-down design) [GOL88]. Cara pendekatan ini sangat
bermanfaat dalam membuat algoritma untuk masalah yang cukup rumit atau
kompleks. Strategi perancangan puncak-turun dimulai dengan membuat
algoritma global diuraikan lagi menjadi beberapa langkah yang lebih
sederhana. Penghalusan langkah terus berlanjut sampai tiap langkah sudah
cukup rinci dan tepat untuk dilaksanakan oleh pemroses.
Perancangan algoritma pengurutan dengan pendekatan puncak-turun
dimulai dari algoritma secara garis besar terlebih dahulu. Algoritma
pengurutan data (yang diilhami dari pengurutan setumpuk kartu secara
tradisionil) :
PROGRAM Pengurutan
Program untuk mengurutkan N elemen tabel sehingga
terurut membesar.
ALGORITMA
1. Cari nilai terbesar di antara N buah elemen data
2. Tempatkan nilai terbesar tersebut pada posisi yang
tepat
3. Ulangi dari langkah 1 untuk N – 1 buah data yang lain
1. Cari nilai terbesar di antara N buah data
1.1 asumsikan elemen ke-1 sebagai elemen terbesar
sementara (maks)
1.2 while belum mencapai elemen ke-N do
tinjau elemen berikutnya
if elemen ini lebih besar dari maks then
ganti maks dengan elemen tersebut
2. Tempatkan nilai terbesar tersebut pada posisi yang
tepat
2.1 Masukkan elemen ke-N di dalam C
2.2 Masukkan maks ke dalam elemen ke-N
2.3 Masukkan C ke dalam tempat maks yang lama
3. Ulangi dari langkah 1 untuk N – 1 buah data yang lain
Kurangi N dengan 1
Ulangi dari langkah 1.1
PROGRAM Pengurutan
Program untuk mengurutkan N elemen tabel sehingga
terurut membesar
ALGORITMA :
1.1 asumsikan elemen ke-1 sebagai elemen terbesar
sementara (maks)
1.2 while belum mencapai elemen ke-N do
tinjau elemen berikutnya
if elemen ini lebih besar dari maks then
ganti maks elemen tersebut.
2.1 Masukkan elemen ke-N di dalam C (temporary)
2.2 Masukkan maks ke dalam elemen ke-N
2.3 Masukkan C ke dalam tempat maks yang lama
3.1 Kurangi N dengan l
3.2 Ulangi dari langkah 1.1
PROGRAM Pengurutan
Program untuk mengurutkan N elemen tabel sehingga
terurut membesar
ALGORITMA :
While N > 1 do
1.1 asumsikan elemen ke-1 sebagai elemen terbesar
sementara (maks)
1.2 while belum mencapai elemen ke-N do
tinjau elemen berikutnya
if elemen ini lebih besar dari maks then
ganti maks dengan elemen tersebut.
2.1 Masukkan elemen ke-N di dalam C (temporary)
2.2 Masukkan maks ke dalam elemen ke-N
2.3 Masukkan C ke dalam tempat maks yang lama
2.4 Kurangi N dengan 1

Pengantar Algoritma

MODUL I
PENGANTAR ALGORITMA
1.1 Pendahuluan
Komputer (hardware) dibuat sebagai alat bantu untuk
menyelesaikan masalah. Permasalahan apa pun dapat diselesaikan
oleh komputer asalkan langkah-langkah penyelesaianya disediakan
oleh manusia (brainware). Dengan kata lain, manusia menulis program
(software) yang berisi urutan langkah-langkah penyelesaian masalah,
lalu program tersebut dimasukkan ke dalam komputer. Dalam hal ini,
komputer hanya bertindak menjalankan perintah-perintah yang tertulis
di dalam program tersebut. Sebenarnya manusia sendiri mampu
melaksanakan perintah-perintah tersebut, tetapi komputer mempunyai
kelebihan dibandingkan manusia. Komputer adalah benda mati, jadi ia
tidak mengenal lelah dan bosan. Komputer mampu mengerjakan
perintah yang banyak sekalipun, selain itu ia juga mampu
mengerjakan suatu perintah yang sama berulang kali, 100 kali, sejuta
kali, atau berapa kalipun yang manusia perintahkan. Manusia suka
pelupa, sedangkan komputer tidak. Komputer memiliki memori yang
besar sehingga ia mampu menyimpan data dan informasi dalam
volume yang banyak.
1.2 Sejarah Algoritma
Ditinjau dari asal kata, kata algoritma sendiri mempunyai
sejarah yang aneh. Kata ini tidak muncul di dalam kamus Webster
sampai akhir tahun 1957. Orang hanya menemukan kata algorism
yang berarti menghitung dengan angka Arab [KNU73], Anda dikatakan
algorist jika adan menggunakan angka Arab. Para ahli bahasa
berusaha menemukan asal kata algorism ini namun hasilnya kurang
memuaskan. Akhirnya para ahli sejarah matematika menemukan asal
mula kata tersebut. Kata algorism berasal dari nama penulis buku
Arab yang terkenal, yaitu Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-
Khuwarizmi (al-Khuwarizmi dibaca orang Barat algorism). Alkhuwarizmi
menulis buku yang berjudul Kitab al jabar wal-muqabala,
yang artinya “Buku pemugaran dan pengurangan” (The book of
restoration and reduction). Dari judul buku itu kita juga memperoleh
akar kata “aljabar” (algebra). Perubahan dari kata algorism menjadi
algorithm muncul karena kata algorithm berangsur-angsur dipakai
sebagai metode perhitungan (komputasi) secara umum, sehingga
kehilangan makna aslinya [PAR95]. Dalam bahasa Indonesia
algorithm diserap menjadi algoritma.
1.3 Algoritma Merupakan Jantung Informatika
Algoritma adalah jantung ilmu komputer atau informatika.
Banyak cabang ilmu komputer yang diacu dalam terminologi algoritma.
Dalam kehidupan sehari-hari pun banyak terdapat proses yang
digambarkan dalam suatu algoritma. Cara-cara membuat kue atau
masakan, misalnya dinyatakan dalam suatu resep. Resep masakan
adalah suatu algoritma, misalnya resp membuat Otak-otak Ikan
Bandeng (dikutip dari Tabloid Nova 25 Agustus 1996) seperti dapat
anda baca di bawah ini :
#Resep Otak-otak Ikan Bandeng
Bahan :
• 2 ekor ikan bandeng ukuran kecil
• 2 buah kentang kukus
• 2 butir telur
• 2 tangkal daun bawang, dirajang halus
• 75 cc santan kental
• 3 butir kemiri sangrai
• 1 sendok teh ketumbar halus
• 2 siung bawang putih
• 3 butir bawang merah
• 2 cabe merah tanpa biji
• garam dan merica secukupnya
• minyak goreng secukupnya
Cara membuat :
1. Haluskan kemiri, ketumbar, bawang putih, bawang
merah, cabe merah, garam dan merica. Sisihkan.
2. Ambil ikan bandeng yang telah dibersihkan,
pukul-pukul dengan anak lumpang hingga daging
ikan hancur di dalam.
3. Tekuk ekor ikan ke arah atas hingga terdengar
bunyi “klik” sebagai tanda tulang telah patah.
4. tarik tulang ke arah atas melalui bagian kepala.
Keluarkan pula isi dagingnya. Sisihkan tulang
halus yang masih tersisa.
5. Giling daging ikan bersama bumbu halus. Tuangkan
santan. Campur dengan kentang kukus. Aduk rata.
6. Isikan adonan ikan ke dalam kulit bandeng. Kukus
selama 20 menit.
7. Goreng hingga matang.
1.4 Mekanisme Pelaksanaan Program oleh Komputer
Secara garis besar komponen tersusun atas empat komponen
utama : piranti masukan, piranti keluaran, unit pemroses utama, dan
memori. Unit pemroses utama (Central Processing Unit – CPU) adalah
“otak” komputer, yang berfungsi mengerjakan operasi-operasi dasar
seperti operasi perbandingan, operasi perhitungan, operasi membaca
dan operasi menulis. Memori adalah komponen yang berfungsi
menyimpan atau mengingat-ingat. Yang disimpan di dalam memori
adalah program (berisi operasi-operasi yang akan dikerjakan oleh
CPU) dan data atau informasi (sesuatu yang diolah oleh operasioperasi).
Piranti masukan dan keluaran (I/O devices) adalah alat yang
memasukkan data atau program ke dalam memori, dan alat yang
digunakan komputer untuk mengkomunikasikan hasil-hasil
aktivitasnya. Contoh piranti masukan antara lain papan ketik
(keyboard), pemindai (scanner), tetikus (mouse), joystick, dan cakram
(disk). Contoh piranti keluaran adalah layar peraga (monitor), pencetak
(printer), perajah (plotter), dan cakram.
1.5 Belajar Memprogram dan Belajar Bahasa Pemrograman
Belajar memprogram tidak sama dengan belajar bahasa
pemrograman [LIE96]. Belajar memprogram adalah belajar tentang
metodologi pemecahan masalah, kemudian menuangkan algoritma
pemecahan masalah dalam suatu notasi tertentu. Sedangkan belajar
bahasa pemrograman berarti belajar memakai suatu bahasa, aturan
tata bahasanya, instruksi-instruksinya, tata cara pengoperasian
compiler-nya, dan memanfaatkan instruksi-instruksi tersebut membuat
program yang ditulis hanya dalam bahasa itu saja [LIE96].
Berdasarkan ”kedekatan” bahasa pemrograman apakah lebih
condong ke bahasa mesin atau ke bahasa manusia, maka bahasa
pemrograman juga dapat dikelompokkan atas dua macam :
1. Bahasa Tingkat Rendah. Bahasa jenis ini dirancang agar
instruksinya langsung dikerjakan oleh komputer, tanpa harus
melalui penerjemah (translator). Contohnya adalah bahasa mesin
(machine language). Bahasa mesin adalah sekumpulan kode biner
(0 dan 1). Setiap perintah dalam bahasa mesin langsung
“dimengerti” oleh mesin dan langsung dikerjakan. Bahasa tingkat
rendah bersifat primitif, sangat sederhana dan relatif sulit dipahami
manusia. Bahasa assembly dimasukkan ke dalam kelompok ini
karena notasi yang dipakai dalam bahasa ini merupakan bentuk
“manusiawi” dari bahasa mesin, dan untuk melaksanakan
instruksinya masih diperlukan penerjemah (oleh assembler) ke
dalam bahasa mesin. Bahasa tingkat rendah merupakan bahasa
pemrograman generasi pertama yang pernah ditulis orang.
2. Bahasa tingkat tinggi. Bahasa jenis ini membuat program menjadi
lebih mudah dipahami, lebih “manusiawi”, dan lebih dekat dengan
bahasa manusia (bahasa Inggris terutama). Kelemahannya,
program bahasa tingkat tinggi tidak dapat langsung dilaksanakan
oleh komputer. Ia perlu diterjemahkan terlebih dahulu oleh sebuah
translator bahasa (yang disebut kompilator atau compiler) ke dalam
bahasa mesin sebelum akhirnya dieksekusi oleh CPU. Tahapan
pemrograman dan pelaksanaan program oleh komputer
digambarkan dibawah ini. Contoh bahasa tingkat tinggi adalah
Pascal, PL/I, Ada, Cobol, Basic, Fotran, C, C++, dan sebagainya.
1.6 Notasi Algoritmik
Yang perlu dicatat adalah bahwa notasi algoritmik bukan notasi
bahasa pemrograman, sehingga siapapun dapat membuat notasi
algoritmik yang berbeda. Hal yang penting mengenai notasi tersebut
adalah ia mudah dibaca dan dimengerti. Selain itu, meskipun notasi
algoritmik bukan notasi baku sebagaimana pada notasi bahasa
pemrograman, manun ketaatasasan terhadap notasi perlu perlu
diperhatikan untuk menghindari kekeliruan.
Di bawah ini saya kemukakan beberapa notasi yang digunakan
untuk menulis algoritma. Masalah yang dijadikan contoh adalah
menghitung pembagi bersama tersebar dengan algoritma Euclidean.
1. Notasi I menyatakan langkah-langkah algoritma dengan untaian
kalimat deskriptif :
PROGRAM Euclidean
1. Diberikan dua bilangan bulat tak-negatif n dan
n (n > n). Algoritma Euclidean mencari pembagi
bersama terbesar, god, dari kedua bilangan
tersebut, yaitu bilangan bulat positif terbesar
yang habis membagi m dan n.
ALGORITMA
Jika n = 1 maka
m adalah jawabannya;
stop.
tetapi jika n ≠ 0.
lanjutkan ke langkah 2.
Bagilah n dengan n dan misalkan r adalah
sisanya.
Ganti nilai n dengan nilai n adalah nilai n
dengan nilai r, lalu ulang kembali ke langkah
1.
Dengan notasi bergaya kalimat ini, deskripsi setiap langkah
dijelaskan dengan bahasa yang gamblang. Proses diawali dengan
kata kerja seperti “baca”, “hitung”, “bagi”, “ganti”, dan sebagainya,
sedangkan pernyataan kondisional dinyatakan dengan “jika …
maka …”
Secara umum, notasi ini relatif sukar diterjemahkan langsung ke
dalam bahasa pemrograman.
2. Notasi II : menggunakan diagram alir (flow chart)
Keterangan :
1. MOD adalah operator pembagian bilangan bulat yang
menghasilkan sisa hasil pembagian. Contohnya, 9 MOD 2 = 1
karena 9 dibagi 2 = 4 dan memberikan sisa 1.
2. Di dalam diagram alir di atas ditambahkan instruksi pembacaan
nilai n dan n.
Diagram alir populer pada awal era pemrograman dengan
komputer (terutama dengan bahasa Basic, Fortran, dan Cobol).
Sampai saat ini diagram alir masih banyak digunakan orang
untuk menjelaskan proses. Namun, diagram alir lebih
menggambarkan aliran instruksi di dalam program secara visual
ketimbang memperlihatkan struktur program. Kotak empat
persegi panjang menyatakan proses, sedangkan pernyataan
kondisional dinyatakan bentuk intan (diamond). Notasi algoritmik
dengan diagram alir cocok untuk masalah yang kecil, namun
tidak cocok untuk masalah yang besar karena membutuhkan
berlembar halaman kertas. Selain itu, pengkonversian notasi
algoritma ke notasi bahasa pemrograman juga cenderung relatif
sukar.
3. Notasi III : menggunakan pseudo-code.
Pseudocode (pseudo artinya semu atau tidak sebenarnya) adalah
notasi yang menyerupai notasi bahasa pemrograman tingkat tinggi,
khususnya Bahasa Pascal dan C. Hasil pengamatan
memperlihatkan bahwa pemrograman umumnya mempunyai notasi
yang hampir mirip untuk beberapa instruksi, seperti notasi if-thenelse,
while-do, repeat-until, read, write, dan sebagainya.
Berdasarkan pengamatan tersebut, maka beberapa penulis buku
algoritma, termasuk penulis buku ini, mendefiniskan notasi
algoritma yang disebut pseudocode itu. Tidak seperti bahasa
pemrograman yang direpotkan dengan tanda titik koma
(semicolon), indeks, format keluaran, kata-kata khusus, dan
sebagainya, sembarang versi pseudocode dapat diterima asalkan
perintahnya tidak membingungkan pembaca. Keuntungan
menggunakan notasi pseudocode dengan notasi bahasa
pemrograman. Korespondesi ini dapat diwujudkan dengan tabel
translasi dari notasi algoritma ke notasi bahasa pemrograman apa
pun.
1.7 Pemrograman Prosedural
Algoritma berisi urutan langkah-langkah penyelesaian
masalah. Ini berarti algoritma adalah menggunakan proses yang
prosedural. Definisi prosedur menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI) :
Prosedur : 1. tahap-tahap kegiatan untuk menyelesaikan
suatu aktivitas
2. metode langkah demi langkah secara eksak
dalam memecahkan masalah (KBBI – 1988).
Pada pemrograman prosedural, program dibedakan antara
bagian data dengan bagian instruksi. Bagian instruksi terdiri atas
runtunan (sequence) instruksi yang dilaksanakan satu per satu secara
berurutan oleh sebuah pemroses. Alur pelaksanaan instruksi dapat
berubah karena adanya pencabangan/kondisional. Data yang
disimpan di dalam memori dimanipulasi oleh instruksi secara
berurutan. Kita katakan bahwa tahapan pelaksanaan program
mengikuti pola berurutan atau prosedural. Paradigma pemrograman
seperti ini dinamakan pemrograman prosedural.
Bahasa-bahasa tingkat tinggi seperti cobal, basic, pascal,
fortran, dan C mendukung kegiatan pemrograman prosedural, karena
itu mereka dinamakan juga bahasa prosedural.
Selain paradigma pemrograman prosedural, adalagi paradigma
yang lain yaitu pemrograman berorientasi objek (Object Oriented
Programming atau OOP). Paradigma pemrograman yang disebutkan
terakhir ini merupakan trend baru dan sangat populer akhir-akhir ini.
Pada paradigma OOP, data dan instruksi dibungkus (encapsulation)
menjadi satu. Kesatuan ini disebut kelas (class) dan instansiasi kelas
pada saat run-time disebut objek (object). Data di dalam objek hanya
dapat diakses oleh instruksi yang ada di dalam objek itu saja.
Paradigma pemrograman yang lain adalah pemrograman
fungsional, pemrograman deklaratif dan pemrograman konkuren.
Buku ini hanya menyajikan paradigma pemrograman prosedural saja.
Paradigma pemrograman yang lain di luar cakupan buku.

Sabtu, 06 November 2010


CONTOH PROGRAM PASCAL
uses wincrt;
var nama,kelas:string;
    nim,kehadiran,tugas,uts,uas,jumlah,semestr:integer;
    rata:real;
begin
writeln('-----------------------------');
writeln('|   DAFTAR NILAI MAHASISWA   |');
writeln('_____________________________');
write('NIM           : ');readln(nim);
write('NAMA MAHASISWA: ');readln(nama);
write('SEMESTER      : ');readln(semestr);
write('KELAS         : ');readln(kelas);
writeln('______________________________');
write('NILAI KEHADIRAN: ');readln(kehadiran);
write('NILAI TUGAS    : ');readln(tugas);
write('NILAI UTS      : ');readln(uts);
write('NILAI UAS      : ');readln(uas);
writeln('______________________________');
jumlah:=kehadiran+tugas+uts+uas;
writeln('JUMLAH         : ',jumlah);
rata:=jumlah/4;
writeln('RATA-RATA NILAI: ',rata:2:2);
if rata<=50 then
writeln('IP=1.0');
if rata<=60 then
writeln('IP=1.5');
if rata<=70 then
writeln('IP=2.0');
if rata<=80 then
writeln('IP=3.0');
if rata<100 then
writeln('IP=4.0');
writeln;
writeln(nama);
writeln('berhasil mendpat jumlah nilai ',jumlah);
end.



Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa saya ucapkan kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah pancasila dan bertujuan untuk pengetahuan kita tentang sejarah lahirnya pncasila sebagai ideology bangsa Indonesia.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis angat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga sengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman. Amin...














Penulis




DAFTAR ISI

Table of Contents




 

 

 


BAB 1

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang Masalah
Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME dan sebagai wakil Tuhan di bumi yang menerima amanat-Nya untuk mengelola kekayaan alam. Sebagai hamba Tuhan yang mempunyai kewajiban untuk beribadah dan menyembah Tuhan Sang Pencipta dengan tulus

Tujuan Masalah
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan tentang pancasila dan sejarah lahirnya pancasila dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua.

Metode Penulisan
Penulis mempergunakan metode observasi dan kepustakaan. Cara-cara yang digunakan pada penelitian ini adalah :

Studi Pustaka
Dalam metode ini penulis membaca buku-buku atau artikel dari internet yang berkaitan denga penulisan makalah ini.








BAB 2

PENGERTIAN PANCASILA


Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sansekerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.
Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu :
  • Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia. Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.[1]
  • Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945. Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan; Ketuhanan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya:
Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.
Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah :
  • Rumusan Pertama : Piagam Jakarta (Jakarta Charter) - tanggal 22 Juni 1945
  • Rumusan Kedua : Pembukaan Undang-undang Dasar - tanggal 18 Agustus 1945
  • Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat - tanggal 27 Desember 1949
  • Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara - tanggal 15 Agustus 1950
  • Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959)

 

Hari Kesaktian Pancasila

Pada tanggal 30 September 1965, adalah awal dari Gerakan 30 September (G30SPKI). Pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis. Hari itu, enam Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan. Maka 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila, memperingati bahwa dasar Indonesia, Pancasila, adalah sakti, tak tergantikan.

 

Butir-butir pengamalan Pancasila

Ketetapan MPR no. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa menjabarkan kelima asas dalam Pancasila menjadi 45 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila. Tidak pernah dipublikasikan kajian mengenai apakah butir-butir ini benar-benar diamalkan dalam keseharian warga Indonesia.

Sila pertama

  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

 

Sila kedua

  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  8. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

Sila ketiga

  1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
  6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Sila keempat

  1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
  2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.                                                                            
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  6. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  7. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

Sila kelima

  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  9. Suka bekerja keras.
  10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

(Sejarah Lahirnya Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara)

Ideologi dan dasar negara kita adalah Pancasila. Pancasila terdiri dari lima sila. Kelima sila itu adalah: Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusayawaratan perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk mengetahui latar belakang atau sejarah Pancasila dijadikan ideologi atau dasar negara coba baca teks Proklamasi berikut ini
Sebelum tanggal 17 Agustus bangsa Indonesia belum merdeka. Bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa lain. Banyak bangsa-bangsa lain yang menjajah atau berkuasa di Indonesia, misalnya bangsa Belanda, Portugis, Inggris, dan Jepang. Paling lama menjajah adalah bangsa Belanda. Padahal sebelum kedatangan penjajah bangsa asing tersebut, di wilayah negara RI terdapat kerajaan-kerajaan besar yang merdeka, misalnya Sriwijaya, Majapahit, Demak, Mataram, Ternate, dan Tidore. Terhadap penjajahan tersebut, bangsa Indonesia selalu melakukan perlawanan dalam bentuk perjuangan bersenjata maupun politik.
Perjuangan bersenjata bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah, dalam hal ini Belanda, sampai dengan tahun 1908 boleh dikatakan selalu mengalami kegagalan.
Penjajahan Belanda berakhir pada tahun 1942, tepatnya tanggal 8 Maret. Sejak saat itu Indonesia diduduki oleh bala tentara Jepang. Namun Jepang tidak terlalu lama menduduki Indonesia. Mulai tahun 1944, tentara Jepang mulai kalah dalam melawan tentara Sekutu. Untuk menarik simpati bangsa Indonesia agar bersedia membantu Jepang dalam melawan tentara Sekutu, Jepang memberikan janji kemerdekaan di kelak kemudian hari. Janji ini diucapkan oleh Perdana Menteri Kaiso pada tanggal 7 September 1944. Oleh karena terus menerus terdesak, maka pada tanggal 29 April 1945 Jepang memberikan janji kemerdekaan yang kedua kepada bangsa Indonesia, yaitu janji kemerdekaan tanpa syarat yang dituangkan dalam Maklumat Gunseikan (Pembesar Tertinggi Sipil dari Pemerintah Militer Jepang di Jawa dan Madura)
Dalam maklumat itu sekaligus dimuat dasar pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tugas badan ini adalah menyelidiki dan mengumpulkan usul-usul untuk selanjutnya dikemukakan kepada pemerintah Jepang untuk dapat dipertimbangkan bagi kemerdekaan Indonesia.
Keanggotaan badan ini dilantik pada tanggal 28 Mei 1945, dan mengadakan sidang pertama pada tanggal 29 Mei 1945 – 1 Juni 1945. Dalam sidang pertama ini yang dibicarakan khusus mengenai calon dasar negara untuk Indonesia merdeka nanti. Pada sidang pertama itu, banyak anggota yang berbicara, dua di antaranya adalah Muhammad Yamin dan Bung Karno, yang masing-masing mengusulkan calon dasar negara untuk Indonesia merdeka. Muhammad Yamin mengajukan usul mengenai dasar negara secara lisan yang terdiri atas lima hal, yaitu:
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat
Selain itu Muhammad Yamin juga mengajukan usul secara tertulis yang juga terdiri atas lima hal, yaitu:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Persatuan Indonesia
3. Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Usulan ini diajukan pada tanggal 29 Mei 1945, kemudian pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno mengajukan usul mengenai calon dasar negara yang terdiri atas lima hal, yaitu:
1. Nasionalisme (Kebangsaan Indonesia)
2. Internasionalisme (Perikemanusiaan)
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan yang Berkebudayaan
Kelima hal ini oleh Bung Karno diberi nama Pancasila. Lebih lanjut Bung Karno mengemukakan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas menjadi Trisila, yaitu:
1. Sosio nasionalisme
2. Sosio demokrasi
3. Ketuhanan
Berikutnya tiga hal ini menurutnya juga dapat diperas menjadi Ekasila yaitu Gotong Royong.
Selesai sidang pertama, pada tanggal 1 Juni 1945 para anggota BPUPKI sepakat untuk membentuk sebuah panitia kecil yang tugasnya adalah menampung usul-usul yang masuk dan memeriksanya serta melaporkan kepada sidang pleno BPUPKI. Tiap-tiap anggota diberi kesempatan mengajukan usul secara tertulis paling lambat sampai dengan tanggal 20 Juni 1945. Adapun anggota panitia kecil ini terdiri atas delapan orang, yaitu:
1. Ir. Soekarno
2. Ki Bagus Hadikusumo
3. K.H. Wachid Hasjim
4. Mr. Muh. Yamin
5. M. Sutardjo Kartohadikusumo
6. Mr. A.A. Maramis
7. R. Otto Iskandar Dinata
8. Drs. Muh. Hatta
Pada tanggal 22 Juni 1945 diadakan rapat gabungan antara Panitia Kecil, dengan para anggota BPUPKI yang berdomisili di Jakarta. Hasil yang dicapai antara lain disetujuinya dibentuknya sebuah Panitia Kecil Penyelidik Usul-Usul/Perumus Dasar Negara, yang terdiri atas sembilan orang, yaitu:
1. Ir. Soekarno
2. Drs. Muh. Hatta
3. Mr. A.A. Maramis
4. K.H. Wachid Hasyim
5. Abdul Kahar Muzakkir
6. Abikusno Tjokrosujoso
7. H. Agus Salim
8. Mr. Ahmad Subardjo
9. Mr. Muh. Yamin
Panitia Kecil yang beranggotakan sembilan orang ini pada tanggal itu juga melanjutkan sidang dan berhasil merumuskan calon Mukadimah Hukum Dasar, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan “Piagam Jakarta”.
Dalam sidang BPUPKI kedua, tanggal 10-16 juli 1945, hasil yang dicapai adalah merumuskan rancangan Hukum Dasar. Sejarah berjalan terus. Pada tanggal 9 Agustus dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, dan sejak saat itu Indonesia kosong dari kekuasaan. Keadaan tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pemimpin bangsa Indonesia, yaitu dengan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 1945. Sehari setelah proklamasi kemerdekaan PPKI mengadakan sidang, dengan acara utama (1) mengesahkan rancangan Hukum Dasar dengan preambulnya (Pembukaannya) dan (2) memilih Presiden dan Wakil Presiden.
Untuk pengesahan Preambul, terjadi proses yang cukup panjang. Sebelum mengesahkan Preambul, Bung Hatta terlebih dahulu mengemukakan bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 sore hari, sesaat setelah Proklamasi Kemerdekaan, ada utusan dari Indonesia bagian Timur yang menemuinya.
Intinya, rakyat Indonesia bagian Timur mengusulkan agar pada alinea keempat preambul, di belakang kata “ketuhanan” yang berbunyi “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dihapus. Jika tidak maka rakyat Indonesia bagian Timur lebih baik memisahkan diri dari negara RI yang baru saja diproklamasikan. Usul ini oleh Muh. Hatta disampaikan kepada sidang pleno PPKI, khususnya kepada para anggota tokoh-tokoh Islam, antara lain kepada Ki Bagus Hadikusumo, KH. Wakhid Hasyim dan Teuku Muh. Hasan. Muh. Hatta berusaha meyakinkan tokoh-tokoh Islam, demi persatuan dan kesatuan bangsa.
Oleh karena pendekatan yang terus-menerus dan demi persatuan dan kesatuan, mengingat Indonesia baru saja merdeka, akhirnya tokoh-tokoh Islam itu merelakan dicoretnya “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” di belakang kata Ketuhanan dan diganti dengan “Yang Maha Esa”.

 


























Bunyi Pembukaan UUD1945 selengkapnya sebagai berikut:

UNDANG-UNDANG DASAR
NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
PEMBUKAAN
(Preambule)

Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan perikeadilan. Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.  Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan de-ngan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya. Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidup-an bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadil-an sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Ke-rakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


BAB 3

PENUTUP


Demikian makalah tentang pengertian dan sejarah lahirnya pancasila bagi bannsa Indonsia, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Kesimpulan
            Jadi Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari
Sansekerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas.
Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu oleh  :
§         Muhammad Yamin usulannya adalah Lima dasar
§         Soekarno usulanya adalah Panca Sila

Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah :
  • Rumusan Pertama : Piagam Jakarta (Jakarta Charter) - tanggal 22 Juni 1945
  • Rumusan Kedua : Pembukaan Undang-undang Dasar - tanggal 18 Agustus 1945
  • Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat - tanggal 27 Desember 1949
  • Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara - tanggal 15 Agustus 1950
  • Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959)



DAFTAR PUSTAKA